selamat datang
Kamis, 14 Februari 2019
Kamis, 31 Januari 2019
Budidaya jamur
Ada banyak sekali jenis jamur Tiram
(Pleurotus ostreatus), mulai dari abu-abu, tiram putih, cokelat dan juga
emas. Masing-masing tentunya punya keunikan sendiri. Selain itu, jamur
tiram sekarang bukan lagi bisnis yang asing di telinga.
Nah, bila Anda tertarik untuk memulai usaha budidaya jamur tiram, ada
baiknya Anda memperhatikan hal mendasar tentang cara budidaya jamur
tiram untuk pemula berikut ini:
1. Memilih Bibit Jamur Tiram yang Baik

Untuk mendapatkan bibit jamur Tiram terbaik, kita bisa melakukan dua cara ini:
- Membibitkan sendiri bibit murni hingga mendapatkan bibit F1
- Membeli dari instasi penyedia bibit jamur Tiram yang terpercaya
Namun, bila kita masih pemula disarankan untuk membeli saja bibit jamur Tiram yang akan dibudidayakan.
- Pilih bibit jamur tiram dengan BER sekitar 75%
- Pastikan miselium berwarna putih dan telah tumbuh penuh merata dimedia tumbuh nya
- Pastikan tanggal pembuatannya belum kadaluarsa
- Berkonsultasi dengan petani jamur tiram yangg sudah berhasil
2. Tahap Pembuatan Media untuk Pertumbuhan Jamur

Secara umum, media tempat pertumbuhan
jamur tiram adalah dengan menggunakan baglog. Baglog ini terbuat dari
bekatul, grajen (serbuk gergaji) dan kapur. Campuran tiga bahan inilah
yang nantinya bisa mengeluarkan jamur tiram.
Cara
membuat baglog sendiri harus memperhatikan perbandingan grajen dan
bekatul. Perbandingannya adalah 100 kg grajen dan 10 kg bekatul, serta
1-2 kg kalsium atau kapur. Kemudian ikuti petunjuk berikut:
- Kesemua bahan ini diaduk rata. Jangan lupa tambahkan air sekitar 60% dari berat bahan.
- Tutup adukan. Bisa Menggunakan terpal atau plastik.
- Gunakan plastik ukuran 17×30/20×35/15×30, lalu isi dengan adonan tadi. Ingat, komposisinya juga harus padat.
- Umumnya baglog ukuran kecil yang sudah diisi adonan bisa mencapai berat 1,8 kg.
3. Fermentasi Media Tumbuh Budidaya Jamur Tiram
Langkah
ini cukup penting dilakukan sebelum kita menanam jamur Tiram. Dengan
membuat media tumbuh jamur Tiram dengan proses fermentasi, maka hasil
jamur yang akan dipanen juga akan memuaskan. Selain itu, proses ini juga
akan membunuh jamur liar lain yang berpotensi mengganggu pertumbuhan
jamur Tiram
Caranya cukup mudah,
diamkan media tumbuh tersebut (lihat poin 2) selama kurang lebih 5 – 10
hari. Hal ini bertujuan agar proses pelapukan atau pengomposan pada
material tanah sudah terjadi.
Pada
proses ini, suhu udara di sekitar medi tumbuh jamur akan meningkat
hingga 70 derajat celcius. Dan kita perlu melakukan proses perataan
material tanah dengan cara membolak-balikkan material tanah tersebut di
semua sisi. Jika baglog sudah berwarna cokelat kehitaman, ini berarti
media tumbuh jamur Tiram sudah siap.
4. Sterilisasi Baglog Jamur Tiram
- Selanjutnya adalah proses sterilisasi baglog jamur tiram. Yang pasti Anda akan membutuhkan beberapa drum.
- Drum pertama, isi drum dengan air sekitar 30-50 cm dari dasar drumnya. Kemudian panaskan air dalam drum sampai mengeluarkan uap. Jangan lupa drum ditutup yang sudah dilubangi lalu diisi selang besar untuk dihubungkan dengan drum ke-dua.
- Aliran uap masuk ke drum ke-dua dari bawah. Kemudian bagian atas ditutup dengan pengencang dari besi yang diberi lubang untuk dihubungkan dengan drum ke-3.
- Drum ke-3 berisi media juga dan prosedurnya sama seperti langkah di atas.
- Sampai pada drum terakhir harus pada plastik yang diikat dengan tali tambang. Jangan menggunakan besi karena berpengaruh besar pada tekanan.
Cara
diatas dikenal dengan sistem steriliasi chanel. Cara ini lebih hemat
bahan bakar. Ketika suhu media sudah mencapai 60 derajat celcius.
Diamkan selama 6 jam dan dingin secara natural. Kalau suhu sudah
menunjukkan 40-45 C, buka tutup yang terakhir dan bawa media ke rak.
5. Proses Inokulasi Baglog Jamur Tiram
Setelah
proses sterilisasi baglog jamur Tiram selesai dilakukan, selanjutnya
pindahkan baglog tersebut ke tempat inokulasi, biarkan selama 1×24 jam
agar kembali ke suhu normal. Pastikan bahwa sirkulasi udara di tempat
tersebut berjalan dengan baik untuk mencegah baglog tercemar bakteri
atau spora pathogen.
Ini adalah tahap-tahap pengisisan bibit ke dalam baglog:
- Siapkan botol bibit F3, lalu semprot dengan alkohol. Selanjutnya mulut botol sebentar dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar, lalu matikan api tersebut
- Buka kapas penyumbat botol, lalu aduk dengan benda yang sudah disterilkan di atas api
- Pindahkan bibit dari botol ke dalam baglog hingga sebatas leher baglog tersebut, sekitar 10 gr bibit. Tutup kembali baglog tersebut dengan kapas.
6. Masa Inkubasi Jamur Tiram
Pada
tahap inkubasi, jamur tiram harus diletakkan pada suhu ruang dengan
rentang 22-28 derajat selsius. Kelembapan yang dibutuhkan yaitu 60-70%.
Masa inkubasi ini berlangsung selama beberapa minggu sampai tumbu
miselium.
Kalau miselium ini sudah
muncul, tutup pada jamur dibuang dan biarkan terbuka. Jangan lupa
semprot jamurnya setiap hari untuk menjaga kelembapan. Dalam satu bulan
jamur ini akan mulau tumbuh dan besar untuk bisa dipanen.
A.Cara Panen Jamur Tiram

Para
pengusaha budidaya jamur tiram harus memahami cara panennya. Jangan
sekali-kali memanen jamur dengan tangan karena bisa menyebabkan luka dan
terjadi pembusukan pada jamur tersebut. Panen dilakukan hanya dengan
pisau tajam atau cutter bersih.
Potong
di bagian pangkal batang, setelah itu langsung diletakkan ke dalam
keranjang. Dalam hal ini Anda juga tidak diperkenankan membersihkan
jamur di dalam ruangan pengembangbiakan. Untuk pengemasan, masukkan
jamur tiram tersebut ke dalam plastik transparan dengan gelembung cukup.
Jangan
terlalu banyak udara karena jamur nantinya bisa mengeluarkan gas. Tidak
lupa juga, jangan membuka pintu lebar-lebar sehingga cahaya terang
masuk. Hal ini akan mengganggu kadar kelembapan ruangan tempat jamur
tumbuh.
B.Proses Pemasaran Jamur Tiram
Tahap
terakhir untuk usaha budidaya jamur tiram adalah proses pemasaran.
Pemasaran ini tidak harus menjualnya ke pasar saja, menjadi pemasok
utama di bidang kuliner juga bagus. Atau kalau Anda ingin membuat produk
olahan dari usaha budidaya jamur tiram Anda juga akan memberikan nilai
lebih.
Hanya saja energi dan dana
yang dikeluarkan di awal akan sangat besar. Ada banyak sekali pengusaha
budidaya jamur tiram yang memanfaatkan peluang ini agar omset naik.
Yang
penting rajin promosi dan nimbrung diantara sesama pengusaha agar
mendapatkan ide dan koneksi baru. Pelajari juga cara pengemasan jamur
karena sayuran ini terkenal cepat layu.
Kamis, 24 Januari 2019
cara merawat bunga mawar
Mawar adalah salah satu jenis bunga yang
sangat populer dan dikenal oleh banyak orang. Dengan berbagai macam
warna dan aroma khas oleh mawar membuat bunga ini sangat disukai oleh
banyak orang. Selain warna mawar yang indah dan aroma khas yang
dihasilkan mawar disukai karena mudah dalam hal penanaman hingga
merawatnya.
Bunga mawar dapat tumbuh di
berbagai daerah dengan suhu yang panas ataupun dingin. Selain sebagai
simbol kasih sayang tanaman satu ini juga dapat dimanfaatkan sebagai
tanaman hiasan di dalam ruang maupun di halaman. Berikut adalah tips
bagaimana agar kondisi dan pertumbuhan bunga mawar terjaga. Berikut 7 Cara Merawat Bunga Mawar yang Dapat di Coba.
1.Memilih Pot Yang Tepat
Pot
yang tepat untuk menanam dan merawat bunga mawar adalah yang berjenis
tanah liat. Karena pot tanah liat memiliki banyak pori yang membuat air
dapat mengalir keluar dan membuat akar tanaman tidak busuk. Hal ini
dikarenakan air tidak mengembang dalam pot.
2.Penyiraman Yang Tepat
Jangan
sampai menyiram terlalu banyak hingga air menjadi genangan di dalam
pot. Ini menghambat dan membuat tanaman menjadi busuk karena kebanyakan
air. Siram bunga mawar melalui tanah, karena bunga dan daun bunga mawar
sangat rentan terhadap kekeringan. Siram sehari sekali disaat musim
hujan dan dua hari sekali setiap pagi dan sore ketika musim panas. Jika
hujan turun tidak berhenti, maka hentikan penyiraman karena sudah
tergantikan dengan air hujan. Hanya saja lebih baik di bilas bagian
daunnya dengan cara menyemprotkan air dengan halus dan lembut. Hal ini
dilakukan supaya tekstur daun tidak menjadi rusak.
3.Media Tanah Yang Baik
Untuk
membuat bunga mawar tumbuh subur media penanaman yang tepat untuk mawar
adalah menggunakan tanah dengan kadar air yang bagus. Tetapi mawar akan
kurang subur jika ditanam melalui media yang terlalu bergembur ataupun
terlalu kering. Dan peran sinar dari matahari sangat membantu
pembentukan bunga.
4.Cek dan Pemangkasan Secara Rutin
Cek
bagian daun dan ranting secara rutin supaya tidak ada bagian yang busuk
masih menempel di badan tanaman. Dan bila ada bagian yang mengering /
membusuk segera pangkas menggunakan gunting yang tajam supaya tanaman
tidak rusak. Dan jangan memotong dengan pola diagonal/menyerong,
usahakan memotong dengan lurus dan rajin.
5.Pembudidayaan Bunga Mawar
Untuk
membudidayakan tanaman ini ada banyak cara. Diantara banyak cara yang
digunakan cara stek adalah cara yang paling ampuh untuk menambah jumlah
tanaman. Dibandingkan dengan beberapa cara lain seperti (biji, okulasi,
cangkok, membelah anakan).
6.Pemberian Pupuk
Jika
manusia membutuhkan vitamin sebagai nutrisi, maka pupuk adalah sesuatu
yang bunga butuhkan untuk nutrisi itu. Pemberian nutrisi yang tepat
dapat membuat bunga mawar menjadi tumbuh lebih subur. Pemilihan pupuk
yang tepat untuk bunga mawar adalah pupuk kandang yang dihasilkan dari
kotoran hewan.
7.Jaga Tananaman Dari Serangan Hama
Hama
merupakan musuh utama bagi semua tanaman. Hama merupakan penghambat
pertumbuhan bunga bahkan bisa membuat tumbuhan mati. Untuk menghindari
hama sebaiknya menyemprotkan pestisida dalam kurun waktu 1-2 kali dalam
satu bulan. Perawatan bunga yang sangat populer di masyarakat ini harus
hati-hati dan dilakukan secara konsisten. Walaupun secara keseluruhan
perawatan bunga mawar tidak susah untuk di lakukan.
Kamis, 17 Januari 2019
Budidaya ulat sutra
Ulat sutera atau ulat murbei meuakan
salah satu jenis serangga dari jenis ulat yang memang dari sisi
pendapatan memiliki nilai yang cukup tinggi karena ulat ini merupakan
salah satu ulat penghasil serat benang sutera. mengapa di sebut dengan
nama ulat murbei , karena ulat jenis ini makan dari daun murbei dan
tidak menyukai jenis daun lainnya. A
ads
ada beberapa hal yang perlu anda pahami ketika ingin beternak ulat
sutera ini , yaitu perkembangan dari pada ulat sutera ini membutuhkan
waktu sekitar 10 hari untuk menetas yang berbeda dengan Budidaya Ulat Hongkong . setelah menetas kemudian akan menjadi ulat dan membentuk kepompong mentah.
Setelah si ulat masuk ke dalam tahap menjadi kepompong mentah ,
disitulah kepompong mentah akan di pintal bagian benang sutera yang
sekitar panjang 300 meter sampai dengan 900 meter. Serat dari pada
benang sutera yagn di hasilkan ketika di pintal biasanya memiliki
diameter sekitar 10 mikrometer.
Dalam cara membudidayakannya , ternak ulat sutera secara garis besar di bagi menjadi 5 tahapan yang dimana di mulai dari persiapan kandang yang kemudian di susul dengan persiapain pembibitan , pemberian makanan , dan juga proses bagaimana memelihara ulat sutera ini. namun memang perlu kita ingat bahwasannya beternak ulat jenis ini merupakan sebuah usaha yang cukup baik apabila di tinjau dari segi ekonomi yang di hasilkan.
Hal itu karena harga jual dari pada benang sutera yang di hasilkan oleh ulat ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi ketika kualitas dari pada benang yang di hasilkan juga tinggi.
Seperti contoh adalah hasil dari pada benang sutera itu sendiri adalah kain sutera yang biasa di pakai untuk bahan pakaian kelas menengah ke atas yang memiliki tampilan dan kenyamanan berpakaian yang cukup baik. Sehingga nilai jual dari pada kain sutera sampai dengan pakaian yang berbahan dasar dari pada benang sutera ini cukup tinggi.
Berikut adalah penjelasan terhadap 5 cara ternak ulat sutera yang bisa anda ikuti ketika memang berniat beternak ulat sutera.
1. Persiapan Kandang Ulat Sutra
Hal
pertama yang harus di lakukan dalam membudidayakan atau cara ternak
ulat sutera adalah dengan mempersiapkan kandang dari pada ulat sutera
hidup.Dalam persiapan pembuatan kandang dari pada ulat sutera ini ada beberapa hal yang perlu di lakukan yaitu dalam hal memilih lokasi atau tempat yang pas untuk budidaya ulat sutera ini.
Kriterianya sendiri adalah sebuah ruangan yang cukup besar untuk meng akomodir banyaknya ulat sutera yang akan kita budidayakan yang di lengkapi dengan ventilasi yang baik.
Fungsi dari pada ventilasi yang baik adalah untuk sirkulasi udara dan juga cahaya masuk ke dalam ruangan , sehingga biasanya memiliki jendela yang cukup. Bentuk dari pada kandang ulat sutera ini juga bisa di buat dari kayu dan juga bambu yang di bentuk seperti rak-rak tempat ulat hidup.
Namun sebelum rak atau kandang ulat sutera di diami oleh ulat alangkah lebih baiknya tempat itu sudah di sterilkan dari ancaman beberapa zat berbahaya yang akan mengancam perkembangan si ulat sutera ini. caranya bisa dengan menyemprotkan beberapa cairan seperti larutan kaporit ata juga bisa dengan cairan formalin yang bisa di beli di toko bahan – bahan kimia yang dimana kadarnya masing-masing 0,5% dan juga 3%.
2. Bibit Ulat Sutra
Setelah
kandan untuk tempat ulat bulu menghasilkan ataupun tempat ulat sutera
ini hidup , langkah selanjutya adalah dengan membeli dan juga memilih
bibit dari pada ulat sutera yang akan kita kembang biakkan.Beberapa tips di antaranya adalah dengan memilih bibit telur ulat sutera yang baik dan juga unttul. dalam pemilihannya sendiri , bibit ulat sutera di lakukan 10 – 12 hari sebelum pembudidayaan di mulai. Selain itu, pilihlah bibit telur ulat sutra yang baik.
Pemilihan bibit ini dilakukan 10-12 hari sebelum pemeliharaan dimulai.Dan lakukanlah tahap atau juga masa inkubasi terhadap telur dari pada ulat sutra agar penetasaan beragam. Tahap dari pada inkubasi itu sendiri adalah dengan memasukan bbit ulat sutera ke dalam kotak yang tertutup dengan kertas putih yang cukup tipis yang kemudian di simpan di dalam ruangan dengan suhu sekitar 25 – 28 derajat celcius dengan intensitas kelembaban ruangan yaitu 75 % – 80 %.
Selain itu pastikan juga bahwa si kotak yang sudah berisi telur ulat sutera ini terhindar dari sorot sinar matahari secara langsung. Apabila pada m asa ini telur ulat sutera terlihat seperti ada tanda bintik berwarna biru , segeralah untuk mengganti penutup kain putih tadi dengan kain hitam yang kemudian diamkan selama 2 hari.
3. Pemberian Pakan Ulat Sutra
Tahap
selanjutnya dalam cara ternak ulat sutera adalah dengan memberikannya
pakan. Setelah ulat sutera mulai berkembang dari kecil sampai persiapan
menjadi kepompong , persiapan ataupun tahap ini merupaan tahap yang
sangat serius dan butuh perhatian yang khusus karena dari pakan ini lah
yang akan menentukan hasil dari pada benang sutera yang di hasilkan.Selain itu juga di karena ulat sutera termasuk serangga yang rakus dan selalui ingin makan , sehingga jangan sampai anda melewatkan atau terlupakan memberi pakan terhadap ulat sutera ini.
Meskipun perlu perhatian khusus namun , pemberian makan ulat sutera sangatlah mudah karena ulat ini hanya mau makan daun dari pohon murbei saja sehingga kita tidak perlu repot mencari jenis-jenis pakan tertentu. Dalam pemberian pakannya pun bisa berdasakan ukuran ataupun umur dari pada ulat sutera ini. untuk ulat yang masih kecil atau memiliki tubuh yang kecil bisa di berikkan sekitar 300 – 400 kg daun murbei yang sudah kita petik sehingga tanpa cabang, danuntuk ulat yang dewasa atau berukuran besar bisa di berikan 2 – 3x lipat yaitu antara 1000 kg – 1300 kg daun murbei yang sama kita sudah petik sehingga tanpa cabang.
4. Proses Pemeliharaan Ulat Sutra
Langkah
terakhir dalam cara ternak ulat sutera adalah tahap di mana
pemeliharaan ulat sutera itu sendiri. Dalam tahap ini , bisa di katakan
merupakan tahap yang cukup mudah atau gampang untuk di lakukan.Dalam tahap ini kita perlu memperhatikan pola hidup dan keinginan dari pada ulat sutera ini seperti banyaknya makan , ulat sutera ini makan setidaknya 3 kali sehari di pagi , siang dan juga malam hari.
Kemudian setelah makan yang cukup banyak ulat sutera akan masuk ke dalam fase hibernasi atau mungkin lebih tepat di sebut masa tidur setelah kurang lebih 4 hari.
Dalam masa ini lah yang dimana kita harus siagap untuk menaburi ulat dengan kapur dan juga memastikan sirkulasi udara di sekitar kandang cukup baik dengan membuka ventilasi udara. Dengan membuka ventilasi udara yang membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik hal itu akan membuat perkembangan dari pada ulat ini akan sangat baik. Dan setelah masa tidur selesai , ulat sutera akan bangun dan langsung makan sehingga kita harus mempersiapkan pakan dari ulat sutera ini ketika ulat sedang tidur.
Cara perawatan lainnya adalah kita bisa memindahkan ulat sutera ketika sudah cukup besar ke dalam ruangan baru yang memiliki suhu yang berbeda di sekitar 24 – 25 derajat celcius dengan tinggak kelembaban 70 % – 75% yang dimana pada ruangan ini ulat akan berubah menjadi kokon.
Tahap inilah yang dimana nantinya akan di jadikan bahan benang atau serat sutera. pengkokoan ini biasanya berlangsung cukup lama sekitar antara 7 – 8 hari. Pola hidup dari ulat sutera ini mulai dari telur yang kemudian nantinya akan meneteas menjadi ulat kecil dan berkembang menjadi ulat besar memiliki waktu yang cukup singkat dan berbeda-beda tergantung dari pada bagaimana kita merawat ulat sutera ini.
sejarah pulau penyengat
Pulau Penyengat (atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah) adalah sebuah pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau,
yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota. Pulau ini berukuran
panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km
dari Pulau Batam. Pulau ini dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit .
Pulau Penyengat merupakan salah satu objek wisata di Kepulauan Riau. Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang di antaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Sejak tanggal 19 Oktober 1995, Pulau penyengat dan kompleks istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu Situs Warisan Dunia.
Menurut cerita, pulau mungil di muara Sungai Riau, Pulau Bintan ini sudah lama dikenal oleh para pelaut sejak berabad-abad yang lalu karena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar
yang cukup banyak tersedia di pulau ini. Belum terdapat catatan
tertulis tentang asal mula nama pulau ini. Namun, dari cerita rakyat
setempat, nama ini berasal dari nama hewan sebangsa serangga yang mempunyai sengat. Menurut cerita tersebut, ada para pelaut yang melanggar pantang-larang ketika mengambil air, maka mereka diserang oleh ratusan serangga berbisa. Binatang ini yang kemudian dipanggil Penyengat dan pulau tersebut dipanggil dengan Pulau Penyengat. Sementara orang-orang Belanda menyebut pulau tersebut dengan nama Pulau Mars.
Tatkala pusat pemerintahan Kerajaan Riau bertempat di pulau itu ditambah menjadi Pulau Penyengat Inderasakti. Pada 1803, Pulau Penyengat telah dibangun dari sebuah pusat pertahanan menjadi negeri dan kemudian berkedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga sementara Sultan berkediaman resmi di Daik-Lingga. Pada tahun 1900, Sultan Riau-Lingga pindah ke Pulau Penyengat. Sejak itu lengkaplah peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, adat istiadat, agama Islam dan kebudayaan Melayu.
1.Imperium Melayu
Pulau Penyengat merupakan pulau yang bersejarah dan memiliki kedudukan yang penting dalam peristiwan jatuh bangunnya Imperium Melayu, yang sebelum terdiri dari wilayah Kesultanan Johor, Pahang, Siak dan Lingga, khususnya di bagian selatan dari Semenanjung Melayu. Peran penting tersebut berlangsung selama 120 tahun, sejak berdirinya Kerajaan Riau di tahun 1722, sampai akhirnya diambil alih sepenuhnya oleh Belanda pada 1911.
2.Perang Saudara tahta Johor
Awalnya pulau ini hanya sebuah tempat persinggahan armada-armada pelayaran yang melayari perairan Pulau Bintan, Selat Malaka dan sekitarnya. Namun pada tahun 1719 ketika meletus perang saudara memperebutkan tahta Kesultanan Johor antara keturunan Sultan Mahmud Syah yang dipimpin putranya Raja Kecil melawan keturunan Sultan Abdul Jalil Riayatsyah yang dipimpin Tengku Sulaiman.
3.Yang Dipertuan Muda Ria
Pada masa Kerajaan Johor-Riau-Lingga, Pulau Penyengat tetap berperan
sebagai pusat pertahanan sekaligus tempat kediaman dan pusat
pemerintahan dari Yang Dipertuan Muda Johor-Pahang-Riau-Lingga. Di
kerajaan Riau-Lingga terdapat dua posisi jabatan utama, yaitu Yang
Dipertuan Besar atau Sultan yang berkedudukan di Daik, Lingga dan Yang
Dipertuan Muda yang berkedudukan di Pulau Penyengat. Walaupun lebih
rendah kedudukan Yang Dipertuan Muda, tetapi dia mengatur pemerintahan,
angkatan perang, perekonomian dan masalah-masalah operasional lainnya
B.Bangunan Bersejarah
1.Masjid Raya Sultan Riau
Masjid ini awalnya dibangun oleh Sultan Mahmud pada tahun 1803. Kemudian
pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman, tahun
1832 masjid ini direnovasi dalam bentuk yang terlihat saat ini. Bangunan
utama masjid ini berukuran 18 x 20 meter yang ditopang oleh 4 buah
tiang beton. Di keempat sudut bangunan, terdapat menara tempat Bilal
mengumandangkan adzan. Pada bangunan Masjid Sultan Riau terdpat 13 kubah
yang berbentuk seperti bawang. Jumlah keseluruhan menara dan kubah di
Masjid Sultan Riau sebanyak 17 buah yang melambangkan jumlah rakaat
salat wajib lima waktu sehari semalam.
2.Mushaf al-qur'an
Terdapat dua buah al-Quran tulisan tangan yang tersimpan di dalam
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat. Salah satu yang diperlihatkan kepada
pengunjung adalah hasil goresan tangan Abdurrahman Stambul, seorang
penduduk Pulau Penyengat yang dikirim oleh Kerajaan Lingga ke Mesir
untuk memperdalam ilmu Agama Islam, sekembalinya dari belajar dia
menjadi guru dan terkenal dengan "khat" gaya Istambul. Al-Quran ini
diselesaikan pada tahun 1867 sambil mengajar. Keistimewaan al-Quran
Mushaf Abdurrahman Stambul ini adalah banyaknya penggunaan "Ya Busra"
serta beberapa rumah huruf yang titiknya sengaja disamarkan sehingga
membacanya cenderung berdasarkan interpretasi individu sesuai akal dan
ilmunya.
3.Istana Kantor
Istana Kantor adalah istana dari Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja
Ali (1844-1857), atau juga yang disebut dengan Marhum Kantor. Selain
digunakan sebagai kediaman, bangunan yang dibangun pada tahun 1844 ini
juga difungsikan sebagai kantor oleh Raja Ali.
Istana Kantor berukuran sekitar 110 m2 dan menempati areal
sekitar satu hektar yang seluruhnya dikelilingi tembok. Bangunan dan
puing yang masih ada memperlihatkan kemegahannya pada masa lalu.
4.Balai Adat Melayu
Balai Adat Pulau Penyengat adalah replika rumah adat Melayu yang pernah ada di Pulau Penyengat. Bangunan Balai Adat merupakan rumah panggung khas Melayu yang terbuat dari kayu. Balai Adat difungsikan untuk menyambut tamu atau mengadakan perjamuan bagi orang-orang penting.
Di dalam gedung, kita dapat melihat tata ruang dan beberapa benda perlengkapan adat resam Melayu, serta berbagai perlengkapan atraksi kesenian yang digunakan untuk menjamu tamu-tamu tertentu.
Kamis, 10 Januari 2019
internet pertama ku
haiiiiiii..... perkenalkan nama saya nining supiana..hmmm saya ini dilahirkan dipulau yang terpencil yaitu dipulau topang.saya lahir pada tanggal 3 november 1999 dan sekarang umur saya sudah 19 tahun. udah tua ya guysss.hahahaha
inilah internet pertama saya. saya baru pertama kali belajar ,banyak sekali hal-hal yang baru saya ketahui saat belajar internet di Widya Informatika ini belajar disini sangat menyenangkan guru nya ramah-tamah begitu pula teman disini sangat mengasyikkan.namun waktu belajar nya sangat singkat guys hanya satu jam setengah walaupun demikian saya sangat memanfaatkan waktu yang singkat itu.
saya sangat bangga sekali bisa belajar di Widya Informatika ini.
sebelumnya guys saya sudah pernah belajar komputer saat saya masih duduk dibangku mts namun hanya sebatas pengenalan aja.karna sekolah kami tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk komputer ini jadi belajarnya harus bersama-sama satu komputer untuk 5 orang.
dan alhamdulillah mungkin ini rezeki bagi saya bisa belajar komputer lagi disini.
Langganan:
Postingan (Atom)

